Mengambil keteladanan dari Pak Saiful
bersama sahabat MANPK Jember . . . Dalam perjalananku ke kota pahlawan Surabaya, tak sengaja ku jumpai penjual bakso yang menarik perhatian setiap orang disekitarnya, tak terkecuali aku. Lelaki berkopyah putih yang murah senyum tersebut bernama Saiful Bahri. Di banner gerobaknya tertulis “ HAFAL AL-QUR’AN DAN ANAK YATIM PIATU GRATIS SEPUASNYA ” Melihat banner tersebut lantas terpikirkan olehku tentang makna ikhlas. Teori tentang ikhlas tentu sudah kita pahami sejak lama, namun penerapannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Kusempatkan bertanya padanya apakah tidak merugi dengan penawaran ini. Jawaban beliau sederhana “Saya tidak pernah merasa rugi dengan banyaknya penghafal al-Qur’an yang datang kesini. Dengan bersadaqah kepada mereka, pasti Allah akan melipatgandakan rezeki saya, kalau ndak sekarang ya nanti”. Ia meyakini yang mencintai ahli Allah, maka Allah akan mencintainya. Dari Anas bin Malik R.A, Nabi S.A.W bersabda: إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ...